...........
Berdua kami berdiri di buritan itu
Memandang jauh kaki langit yang mulai memerah dengan semburat warna jingga
Cahayanya terlihat keemasan di atas riak lembut lautan yang membentang tak bertepi
Tak lagi tampak sisa amukan badai semalam
Laut seperti permadani impor mahal
Yang lembut menyambut setiap pijakan kaki.
Saya memandang wajah pucatnya
Ada senyum yang mengembang dibalik binar bola matanya
Mata itu
Mata seorang anak laki laki yang tak berkedip menatap maut
'badai usai Nak
Kamu sudah menang!'
------------
Minggu November 2016
Rizki dibolehkan pulang setelah dua minggu lamanya mendapatkan perawatan intensif pasca transplant
[tHe BeauTy] sashayed @
6:30 AM